Posts Tagged: budaya afrika

Budaya dan Tradisi di Negara Afrika

Bukan hanya Indonesia saja, bahkan di negara lainnya juga memiliki sebuah budaya ataupun juga tradisi. Sebut saja dengan negara orang berkulit hitam yang memiliki beberapa budaya dan bahkan juga tradisi yang sedikit tidak masuk dalam akal. Pada umumnya banyak masyarakat kulit hitam, yang masih memiliki kepercayaan berlandaskan kepada dewa-dewa, tentang semangat nenek moyang, dan kuasa-kuasa ghaib. Mereka juga kerap membenarkan poligami, untuk yang sudah menikah. Bagi masyarakat Afrika, kerbau juga menjadi binatang yang memiliki peran lebih. Kerbau bahkan dijadikan sebagai sebuah simbol kekayaan dan hewan untuk kurban.

Budaya dan Tradisi di Negara Afrika

Untuk kesenian, negara Afrika Selatan juga menyimpan banyak sekali hal menarik, seperti beberapa lukisan yang ada di gua batu yang dibuat oleh Suku San. Lukisan tersebut diantaranya sudah berusia 26.000 tahun. Di Afrika Selatan terdapat juga sebuah tarian unik yang dilakukan dengan menggunakan sepatu bot Wellington. Bahkan terdapat juga sebuah tarian yang disebut sebagai Tarian Gumboot. Selain itu, ada juga tarian tradisional yang disebut dengan nama Tarian Vokspele. Afrika adalah sebuah benua terbesar kedua setelah benua Asia dan Amerika. Benua yang mayoritas penduduknya keturunan negro tersebut dikenal juga sebagai benua termiskin dan berpenduduk terpadat kedua di dunia.

Namun, di benua inilah kehidupan umat manusia semuanya berawal. Benua yang juga disebut juga sebagai benua hitam, terkenal dengan kehidupan suku bangsanya yang banyak masih primitif. Hal ini terlihat dari cara mereka berpakaian, tingkah laku sosial mereka, kebutuhan sarana fisik sampai dengan kebudayaan mereka. Masih banyak kebudayaan-kebudayaan lainnya yang ada di Afrika yang menarik untuk dibahas. Berikut ini adalah beberapa budaya yang terdapat di Afrika Selatan.

1. Festival

Ada berbagai macam festival yang ada di Afrika Selatan yakni seperti: Prickly Pear Festival, Uitenhage Eastern Cape. Hal ini biasanya diadakan pada akhir Februari atau pada awal bulan Maret di Cuyler Hofstede, sebuah pertanian yang berada di dekat Uitenhage. Festival ini adalah hari makanan tradisional masyarakat Afrika, di festival ini ada banyak sekali makanan seperti  bir jahe, pancake, potjiekos, berbagai selai, braai dan ikan braai, kelinci-chow dan puding. Selain itu banyak juga festival yang diadakan di Negara ini, seperti Keju Festival, Klein Karoo Festival, Cape Town Jazz Festival dan juga masih banyak yang lainnya.

2. Tari-tarian

Tarian Gumboot atau dikenal juga isicathulo adalah sbobet indonesia tarian Afrika yang dilakukan oleh penari yang mengenakan sepatu bot Wellington, di Afrika Sepatu yang akan dipakai nantinya akan dihiasi dengan lonceng. Suara ini akan menjadi sebuah kode atau panggilan yang cukup unik, sebagai penanda untuk mengatakan sesuatu kepada orang lain yang jaraknya cukup dekat. Tarian ini pada dasarnya dilakukan oleh orang-orang yang ada di lapangan dan di pertambangan. Selain itu juga terdapat tarian Vokspele yang merupakan sebuah tari tradisional dari Afrika Selatan.

3. Pakaian Adat

Pakaian adat dari Afrika Selatan ini, seperti gaun panjang atau wear yang dikenal juga oleh masyarakat Afrika dengan nama Madiba. Kain ini dipotong menjadi bentuk garmen yang panjang. Di Eastern Cape Afrika Selatan, anda nantinya dapat menemukan orang-orang Xhosa menggunakan pakaian tersebut. Wilayah ini juga termasuk sebagai wilayah dari Afrika Selatan yang sudah cukup modern. “Mbaco Pakaian” Mbaco adalah pakaian yang seratus persen terbuat berbahan dasar katun, yang diwarnai dengan tiga warna tradisional mereka seperti : putih, merah dan orange. Budaya yang terdapat disana juga umumnya tidak terlalu jauh dengan Indonesia, mereka juga memiliki festival dan pakaian adat bahkan ada juga tarian khas dari negara tersebut. Ada beberapa tradisi di negara ini yang begitu terkenal, berikut ini beberapa tradisi di Afrika Selatan.

4. Tradisi Lepas Perawan

Tradisi melepas perawan ini ternyata banyak juga dilakukan oleh para remaja yang ada di Afrika Selatan, dan umumnya mereka melakukan tradisi ini sesudah mereka lulus sekolah. Cukup mengejutkan untuk sebagai orang mendengarnya. Karena, pada umumnya keperawanan biasanya akan diberikan kepada pangan yang masing-masing telah sah atau sudah ada dalam ikatan. Namun, hal ini tidak berlaku untuk para remaja yang ada di Afrika Selatan. Entah hal ini karena kemajuan negara atau memang tradisi dari negara tersebut. Afrika, benua dengan wilayah daratan yang cukup luas di dunia. Ditempati begitu banyak penduduk yang terdiri oleh berbagai suku dan juga berbagai tradisi yang sebagian besarnya merupakan suku asli disana. Sebagian dari masyarakat suku di sana, masih belum begitu terpengaruh tentang perkembangan zaman.

Mereka masih memegang teguh berbagai macam tradisi yang telah diwarisi secara turun-temurun oleh. Imbasnya di Afrika masih banyak berbagai macam ritual yang masih dilaksanakan oleh memasyarakatkan hingga sekarang. Ritual ini juga dinamakan sebagai pembersihan untuk para gadis. Penduduk disana melakukanya dengan cara memberikan para fadi ditiduri oleh seorang pria. Pria ini juga bukan pria sembarangan, yang hanya boleh melakukannya adalah seorang yang terpilih secara adat dengan gelar Hyena.

Pria Hyena inilah yang nantinya akan dibayar untuk melakukan ritual “pembersihan” dengan cara berhubungan badan dengan para gadis. Para orang tua yang ada di Malawi, mereka sangat percaya jika ritual tersebut tidak dilakukan, maka malapetaka besar akan menimpa si gadis tersebut. Ritual ini juga berlaku bagi para janda dan juga para wanita yang sebelumnya telah keguguran, untuk melakukan sebuah pembersihan juga. Sebuah tradisi memang sulit untuk dilepaskan dari beberapa negara, bahkan suku yang sangat mempercayai akan adanya ritual tersebut.

Sayangnya, para orang tua yang ada di sana tidak menyadari bahaya yang dapat mengintai putri mereka. Perilaku seks semacam itu juga akan berpotensi besar untuk menularkan virus HIV kepada para gadis tersebut. Praktik pembersihan ini dituding juga sebagai salah satu penyebab meningkatnya kasus penderita HIV yang ada di Malawi. Pemerintah Malawi juga telah berupaya untuk dapat menghalau praktik ritual pembersihan tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan pelarangan pernikahan anak-anak dan meningkatkan usia pernikahan dari yang sebelumnya 15 tahun menjadi 18 tahun.

5. Mentato Gusi Sebagai Simbol Kecantikan

Tato pada umumnya akan dilakukan pada tubuh bagian terluar seperti lengan, kaki, bahu, leher, atau yang agak ekstrim mentato bagian mata. Namuan di suku Senegal di Afrika, tato umumnya akan dilakukan pada bagian gusi. Padahal gusi merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sensitif. Uniknya, tradisi ini hanya dilakukan oleh para gadis dan dengan alasan untuk bisa mendapatkan sebuah senyum yang lebih atraktif dan juga menawan.

Bahan yang biasanya akan digunakan merupakan sebuah campuran dari minyak panas dan juga Shea Butter yang nantinya akan menghasilkan warna hitam pada gusi. Dengan menggunakan alat berupa jarum, prosesnya akan dilakukan sebanyak 7 kali atau 7 lapis. Meski harus menahan sakit yang sangat luar biasa saat proses penatoan, namun tradisi ini sudah lama dilakukan turun temurun dan tradisi tersebut merupakan lambang kecantikan gadis-gadis disana.

Demikian itulah beberapa kebudayaan dan tradisi yang terdapat di Afrika. Ternyata banyak sekali tradisi dan budaya turun temurun yang hingga sekarang ini masih dilakukan oleh banyak masyarakat Afrika. Walaupun beberapa tradisi tersebut cukup aneh, namun masyarakat disana percaya tradisi tersebut akan membawa kebaikan untuk mereka.